Tips to Resolve Low-Value Content Google Adsense

Beberapa hari yang lalu saya mencoba mencopot salah satu Blog saya dari Akun Google AdSense. Tindakan ini saya lakukan karena sudah 3 kali Akun Google AdSense saya terkena Pembatasan Penayangan Iklan, Pembatasan Penayangan Iklan Akun Google AdSense saya tersebut selalu terjadi setiap kali saya mencoba mengaktifkan kembali penayangan iklan pada beberapa blog tambahan diluar blog utama.



Setiap terkena pembatasan saya mencoba mencopot semua iklan, apabila tidak bekerja dalam jangka waktu 2 - 4 minggu pembatasan iklan masih terjadi saya mencoba hanya menampilkan iklan pada situs utama dan selalu berhasil, tidak lama kemudian masalah pembatasan iklan menghilang dengan sendirinya.

Kemudian disaat saya merasa penghasilan dari AdSense menurun atau saya ingin meningkatkan penghasilan AdSense, saya pun mencoba kembali memasang iklan pada blog-blog tambahan yang sebelumnya saya hentikan penayangan iklan AdSensenya. Lagi-lagi setiap saya mencoba keberuntungan, selalu saja tidak lama kemudian disaat penghasilan AdSense meningkat masalah Pembatasan Penayangan Iklan kembali terjadi. 

Berangkat dari masalah tersebut saya berfikir dan mengambil kesimpulan, bisa jadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya Pembatasan Penayangan Iklan pada Akun AdSense bisa jadi disebabkan karena penambahan/penayangan iklan AdSense pada blog dengan traffik yang rendah. Kemudian saya mencoba bereksperimen dengan menghapus blog dengan traffik paling rendah dan mencoba membuat Akun dan mendaftarkan Blog tersebut dengan Akun AdSense baru.

Selang beberapa hari setelah saya cek, ternyata status Ajuan Akun AdSense baru ditolak dengan notifikasi penolakan yang menurut saya merupakan hal baru. Sepanjang pengalaman saya mendaftarkan blog ke Google AdSense baru kali ini dihadapkan pada masalah Penolakan AdSense dengan indikasi Low Value Content. Dari kata Low Value Content saya bisa langsung mengambil kesimpulan masalah inilah yang sebenarnya menjadi momok atau biang kerok Pembatasan Penayangan Iklan yang bersumber dari Blog Traffik Rendah.

Pertanyaannya, Sebenarnya Apa itu Low Value Content?

Tentunya definisi Low Value Content sendiri bisa diartikan relatif, tidak serta merta karena Konten Yang Bernilai Rendah bila diartikan langsung dalam bahasa Indonesia. Setiap Blogger saya yakin akan memiliki pendapat berbeda-beda apabila ditanya mengenai pendapatnya secara pribadi mengenai masalah Penolakan AdSense Low Value Content. Berikut ini saya mencoba mengartikan dan berpendapat mengenai apa sebenarnya maksud dari Penolakan AdSense Low Value Content berdasarkan pengalaman secara pribadi.

Low value content secara singkat bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia artinya Konten Bernilai rendah merupakan salah satu indikasi yang mengarah pada Blog atau situs website yang masih membagikan suatu konten dengan nilai yang rendah bila dilihat dari segi traffik pengunjung. 

Bisa juga diartikan masih minim atau sedikitnya konten yang terindex di Google Search Console dari suatu blog yang mungkin baru mulai dirintis dan dibangun. Meskipun Artikel yang dibuat pada dasarnya bermanfaat, namun karena Blog tersebut masih tergolong baru, dan secara otomatis traffik masih rendah, Google akan mengidentifikasi bahwa konten yang dibagikan kurang menarik, berkluliatas, bermanfaat, tidak banyak dibutuhkan orang karena sedikitnya pembaca.

Dari penjelasan tersebut di atas dapat disimpulan beberapa penyebab Penolakan Low Value Content diantaranya:

1. Konten Blog Masih Sedikit Jumlahnya
Masalah ini biasanya dan umumnya terjadi pada suatu Blog yang tergolong masih baru dalam kata lain masih seumuran jagung. Sehingga masih sedikit traffik pengunjung yang didapatkan meskipun sebenarnya kualitas konten yang dipublikasikan sangat bermanfaat dan informatif, namun karena masih baru dan cara penulisan konten yang kurang tepat misalnya menulis konten tanpa research keyword akan menyebabkan koten sulit untuk ditemukan oleh pengguna. sehingga blog dianggap belum memenuhi syarat dan layak untuk menampilkan iklan dari Google AdSense salah satunya dengan notifikasi Low Value Content.

Solusinya: tingkatkan jumlah konten blog dengan lebih sering memposting konten secara rutin serta memperbaiki kualitas konten dari segi isi, penyampaikan, dan cara penulisan. Terutama yang harus diperhatikan adalah pengguaan keyword yang tepat dengan cara research keyword terlebih dahulu sebelum memulai menulis konten, dengan banyaknya keyword organik yang diterapkan sebuah artikel, akan membuka peluang besar artikel tersebut mudah ditemukan pengguna Google dan pada akhirnya traffik blog akan lebih cepat meningkat.

2. Konten Kurang Informatif dan Bermanfaat
Konten merupakan sesuatu yang paling utama yang menentukan kwalitas suatu blog. Semakin baik konten yang dibagikan, informatif, bermanfaat dan banyak dibutuhkan pengguna google maka akan semakin meningkat popularitas suatu blog yang tentunya akan sangat berdampak pada traffik yang didapatkan. Sebaliknya blog dengan konten kurang menarik, informatif dan bermanfaat akan sulit mendapatkan banyak pembaca dan traffik cenderung menurun pada akhirnya menjadi masalah penolakan AdSenseLow Value Content.

Solusinya: Perbaiki kualitas konten, jangan menulis artikel asal-asal saja yang penting nulis apa yang ingin ditulis tanpa memperhatikan apa yang dibutuhkan pengguna Google dan juga bagaimana cara agar Google dan penggunanya senang dengan konten yang kita bagikan. Buat ide-ide menarik, kira-kira apa ya yang saat ini sedang viral dan dibutuhkan banyak orang, baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Utamakan buat konten dengan topik yang tidak mudah kadarluarsa agar traffik blog kamu tetap stabil, dan konten akan teteap mendapatkan pembaca meskipun sudah basi atau tidak viral lagi di kalangan warga net.

3. Traffik Blog Masih Rendah
Point ketiga ini tentunya sudah saya jelaskan secara tidak langsung pada point petama dan kedua. Jadi masalah penolakan AdSense Low Value Content bukan serta merta karena Blog kalian kontennya masih sedikit dan tidak berkualitas. Melainkan bisa karena Traffik blog yang rendah dan tidak stabil yang menyebabkan Google memandang bahwa blog beserta kontennya tidak begitu bernilai dilihat dari traffik pengunjung yang didapatkan.



Terbukti dengan salah satu blog saya yang saya coba copot dari akun AdSense kemudian saya coba daftarkan secara terpisah menggunakan Akun AdSense baru ternyata ditolak, padahal apabia dilihat konten atau postingan yang saya bagikan sudah mencapai 447 postingan.



Jadi penolakan AdSense Low Value Content pada Blog saya tersebut bukan karena konten postingan yang masih sedikit, akan tetapi karena traffik blog yang rendah dan tidak stabil. Berikut ini saya ambilkan kinerja Blog saya tersebut di google search console yang menunjukkan bahwa traffik blog saya masih tergolong rendah.



Solusinya: jangan pantang menyerah, tetap sabayar dan ikhtiyar tingkatkan traffik Blog dengan rutin membuat postingan, memperbaiki kualitas konten dan jangan lupa untuk share ke media sososial postingan kamu setiap kali mempubliskasikan postingan baru, karena sosial media seperti facebook, twitter dan instaggram merupakan tempat berkumpulnya jutaan dan bahkan milyaran orang yang bisa saja melirik konten yang kamu bagikan.

4. Konten Blog hasil Copas Konten Blog Orang lain
Salah satu penyakit yang paling mengerikan dan melanda Blogger pemula adalah ingin mempunyai blog yang populer dengan banyak konten berkulitas namun tidak diimbangi dengan pengetahuan yang benar. Misalnya banyaknya blogger baru yang suka mencuri dan menyalin konten postingan blog orang lain, parahnya konten-konten yang dicopas merupakan koten yang ditemukan dihasil pencarian google halam 1, 2, dan 3 yang bisa dibilang konten Page One yang tentunya sudah mendapatkan banyak trafffik pengunjung.

Perlu diketahui bahwa menyalin atau copas postingan blog orang yang ditampilkan 3 halaman pertama hasil pencarian google merupakan pekerjaan yang berujung sia-sia. Coba fikirkan, postingan yang dicopas sudah jelas-jelas tampil dihalaman utama pencarian google yang tentunya postingan tersebut sudah terlebih dahulu dipublikasikan dan mendapatkan banyak traffik. Belum lagi blog yang mempublikasikan merupakan blog dengna postingan yang sudah ratusan dan mungkin ribuan dengan popularitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan blog sang pencopas. Bagaimana mungkin konten postingan hasil copas blog yang baru seumur jagung akan bisa menggeser posisi konten postingan blog yang sudah terlebih dahulu dipublikasikan dan mendapatkan traffik? coba pikirkan, mungkin gak ya? saya yakin konten hasil copas hanya akan menjadi sampah, blog kaya postingan namun tidak ada nilainya.

Solusinya: Hindari menyalin postingan orang lain, karna itu perbuatan yang dilarang dan bisa merugikan dan menyakiti orang lain dan merupakan penyakit yang akan membuat kita semakin malas untuk belajar. Belajarlah membuat konten postingan yang original dan unik berasal dari pemikiran diri sendiri sehingga akan berbeda dengan konten postingan orang lain yang mungkin saja bisa membuat nilai plus tersendiri konten postinganmu sendiri dimata Google. Google akan memfilter konten postingan yang sama persis, dan google itu pintar tidaklah sebodoh yang mungkin kita bayangkan.

Demikianlah beberapa Tips Cara menghindari Penolakan Google AdSense Low value content bagi kalian yang baru mencoba membangun sebuah blog dan belajar untuk memulai mendapatkan penghasilan dari menjadi seorang blogger dengan memonetisasi blog melalui iklan Google AdSense. Terima kasih telah membaca Postingan ini dari awal sampai dengan selesai, mohon maaf bila ada hal-hal yang tidak sependapat atau tidak tepat, apabila kamu mempunyai pendapat yang berbeda, silahkan tulis argument kamu di kolom komentar yang mungkin bisa menjadi informasi tambahan bagi teman-teman blogger lain yang membutuhkan.