Dalam pekerjaan bangunan, ada banyak material pendukung yang terlihat mirip karena sama-sama digunakan pada celah, sambungan, atau pertemuan antar material. Dua di antaranya adalah sealant dan perekat. Keduanya sering digunakan dalam pekerjaan konstruksi, renovasi, hingga finishing, tetapi sebenarnya memiliki fungsi utama yang berbeda.

Sealant lebih banyak digunakan untuk menutup celah dan sambungan agar tidak mudah dimasuki air, udara, debu, atau kotoran. Sementara itu, perekat digunakan untuk menyatukan dua material agar menempel dengan kuat. Pada beberapa produk tertentu, ada material yang bisa berfungsi sebagai sealant sekaligus perekat. Namun, dalam pemilihan produk, perbedaan fungsi ini tetap perlu dipahami agar hasil aplikasi tidak keliru.
Jika salah memilih material, sambungan bisa menjadi kurang rapat, daya rekat tidak maksimal, atau hasil finishing tidak tahan lama. Karena itu, memahami perbedaan sealant dan perekat penting, terutama untuk pekerjaan pada kusen, fasad, lantai, beton, kaca, aluminium, panel, hingga elemen bangunan lainnya.
Apa Itu Sealant?
Sealant adalah material yang digunakan untuk menutup celah, sambungan, atau rongga pada bangunan. Fungsi utamanya bukan hanya mengisi bagian kosong, tetapi juga membantu melindungi sambungan dari masuknya air, udara, debu, atau kelembapan.
Dalam konstruksi, celah sering muncul pada pertemuan dua bidang atau dua material berbeda. Misalnya antara dinding dan kusen jendela, kaca dan aluminium, beton dan panel fasad, atau sambungan lantai beton. Area seperti ini tidak bisa selalu ditutup dengan material kaku karena bangunan dapat mengalami pergerakan kecil akibat suhu, beban, getaran, atau penyusutan material.
Di sinilah sealant bekerja. Sealant yang baik umumnya memiliki sifat elastis, sehingga dapat mengikuti pergerakan sambungan tanpa mudah retak atau terlepas. Karena itu, sealant banyak digunakan pada area yang membutuhkan perlindungan sekaligus fleksibilitas.
Beberapa contoh penggunaan sealant dalam bangunan antara lain menutup celah kusen pintu dan jendela, sambungan fasad, curtain wall, metal cladding, sambungan beton, celah pada lantai, serta area interior yang membutuhkan hasil finishing lebih rapi.
Apa Itu Perekat?
Perekat adalah material yang digunakan untuk merekatkan atau menyatukan dua permukaan. Jika sealant fokus pada perlindungan celah, perekat lebih fokus pada kekuatan ikatan antar material.
Dalam pekerjaan bangunan, perekat dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasang elemen konstruksi, merekatkan material finishing, hingga membantu menggantikan metode mekanis seperti paku, baut, atau sekrup pada aplikasi tertentu. Perekat yang tepat dapat membantu menghasilkan sambungan yang kuat, rapi, dan lebih praktis.
Perekat juga perlu dipilih berdasarkan jenis material yang akan disatukan. Material seperti beton, logam, kayu, kaca, batu, panel, atau plastik memiliki karakter permukaan yang berbeda. Karena itu, tidak semua perekat cocok digunakan pada semua jenis material.
Selain daya rekat, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah elastisitas, ketahanan terhadap cuaca, kelembapan, beban, dan kondisi area aplikasi. Pada beberapa pekerjaan, perekat tidak hanya harus kuat, tetapi juga harus mampu mengikuti pergerakan material agar tidak mudah lepas.
Perbedaan Utama Sealant dan Perekat
Perbedaan paling mendasar antara sealant dan perekat terletak pada fungsi utamanya. Sealant digunakan untuk menutup dan melindungi celah, sedangkan perekat digunakan untuk menyatukan material.
Sealant berperan sebagai pelindung sambungan. Material ini membantu mencegah air, udara, debu, atau kotoran masuk ke dalam celah. Karena itu, sealant sering digunakan pada area yang rentan terhadap rembesan atau perubahan kondisi lingkungan, seperti fasad, jendela, pintu, dan sambungan eksterior.
Perekat berperan sebagai pengikat. Material ini digunakan ketika dua permukaan perlu disatukan agar menempel dengan kuat. Misalnya untuk merekatkan panel, elemen bangunan, material finishing, atau komponen tertentu dalam pekerjaan konstruksi.
Dari sisi karakter, sealant biasanya lebih menonjol pada elastisitas dan kemampuan menutup sambungan. Sementara perekat lebih menonjol pada kekuatan daya rekat. Namun, pada beberapa produk modern, fungsi keduanya bisa saling bertemu. Ada produk yang bisa digunakan sebagai sealant sekaligus perekat, terutama untuk kebutuhan konstruksi yang membutuhkan daya rekat kuat dan fleksibilitas dalam satu aplikasi.
Kapan Harus Menggunakan Sealant?
Sealant digunakan ketika tujuan utamanya adalah menutup celah atau sambungan. Misalnya pada area kusen pintu dan jendela yang memiliki celah antara dinding dan frame. Jika celah ini dibiarkan terbuka, air hujan, debu, atau udara dari luar bisa masuk ke dalam ruangan.
Sealant juga tepat digunakan pada sambungan fasad, curtain wall, cladding, atau panel bangunan. Area eksterior seperti ini sering terpapar panas, hujan, angin, dan perubahan suhu. Karena itu, dibutuhkan material yang dapat membantu menjaga sambungan tetap rapat dan fleksibel.
Pada lantai beton, sealant digunakan untuk melindungi sambungan agar tidak mudah rusak. Celah pada lantai parkiran, gudang, atau area industri dapat menjadi titik masuk air, kotoran, atau bahan kimia. Jika dibiarkan, tepi sambungan bisa aus, retak, atau mengganggu aktivitas operasional.
Sealant juga dapat digunakan pada area khusus seperti sambungan fire rated, penetrasi pipa dan kabel, atau area yang membutuhkan perlindungan tambahan terhadap asap dan api.
Kapan Harus Menggunakan Perekat?
Perekat digunakan ketika kebutuhan utamanya adalah menyatukan dua material. Misalnya ketika suatu elemen bangunan perlu dipasang pada permukaan tertentu tanpa hanya mengandalkan sistem mekanis. Perekat dapat membantu menghasilkan pemasangan yang lebih rapi karena tidak selalu membutuhkan paku atau sekrup yang terlihat di permukaan.
Dalam proyek bangunan, perekat bisa digunakan pada material seperti logam, beton, kayu, batu, panel, atau elemen dekoratif tertentu. Perekat juga berguna ketika permukaan membutuhkan distribusi beban yang lebih merata, sehingga tidak hanya bertumpu pada satu titik seperti pada baut atau paku.
Namun, penggunaan perekat tetap harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Permukaan harus bersih, kering, dan bebas dari debu, minyak, atau material lepas. Jika permukaan tidak disiapkan dengan baik, daya rekat dapat menurun dan hasil aplikasi menjadi kurang optimal.
Apakah Sealant Bisa Menjadi Perekat?
Pada dasarnya, sealant dan perekat memiliki fungsi yang berbeda. Namun, beberapa produk memiliki kemampuan ganda sebagai sealant sekaligus perekat. Produk seperti ini biasanya digunakan ketika pekerjaan membutuhkan penutupan celah dan daya rekat dalam satu aplikasi.
Meski begitu, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Jika area tersebut hanya membutuhkan penutupan celah, maka sealant khusus bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Jika area membutuhkan kekuatan ikatan antar material, perekat konstruksi lebih sesuai. Jika membutuhkan keduanya, barulah produk sealant adhesive atau perekat elastis bisa dipertimbangkan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua sealant bisa merekatkan material dengan kuat, atau semua perekat bisa menutup celah dengan baik. Padahal, setiap produk memiliki karakter dan batas aplikasi masing-masing.
Tips Memilih Sealant dan Perekat yang Tepat
Sebelum memilih produk, perhatikan dulu tujuan aplikasinya. Apakah material digunakan untuk menutup celah, merekatkan permukaan, atau keduanya? Dari sini, pemilihan produk bisa lebih terarah.
Setelah itu, perhatikan jenis material yang akan diaplikasikan. Beton, aluminium, kaca, logam, kayu, dan batu memiliki karakter berbeda. Produk yang digunakan harus memiliki daya rekat yang sesuai dengan material tersebut.
Kondisi area juga perlu diperhatikan. Untuk area eksterior, pilih produk yang tahan terhadap cuaca, sinar matahari, hujan, dan perubahan suhu. Untuk area dengan pergerakan tinggi, pilih material yang fleksibel. Untuk area khusus seperti gedung komersial atau fasilitas publik, kebutuhan tambahan seperti ketahanan api atau perlindungan sambungan juga perlu dipertimbangkan.
Selain produk, cara aplikasi juga berpengaruh. Permukaan harus dipersiapkan dengan baik agar sealant atau perekat dapat bekerja optimal. Hindari aplikasi pada permukaan yang masih kotor, basah, berdebu, atau berminyak, kecuali produk memang dirancang untuk kondisi tertentu.
Pilih Sealant dan Perekat Terbaik dari Sika
Pemilihan sealant dan perekat harus dilakukan dengan tepat dan tidak boleh sembarangan. Sealant dibutuhkan untuk menutup celah dan melindungi sambungan, sedangkan perekat digunakan untuk menyatukan material agar menempel dengan kuat. Dengan memahami perbedaannya, Anda bisa memilih produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan aplikasi di lapangan.
Untuk kebutuhan penutup celah, sambungan, dan perekat konstruksi, Anda bisa menggunakan produk sealant dan perekat dari Sika. Beberapa pilihan produknya antara lain:
- Sikasil®-701: Cocok untuk sambungan pada fasad, curtain wall, dan metal cladding. Produk ini fleksibel, tahan cuaca, dan mampu mengikuti pergerakan sambungan.
- Sikaflex®-11 FC+: Dapat digunakan sebagai sealant sekaligus perekat. Produk ini memiliki daya rekat kuat, elastis, dan cocok untuk berbagai kebutuhan aplikasi konstruksi.
- Sikaflex®-140 Construction: Cocok untuk sambungan pada beton, masonry, kusen jendela, pintu, serta elemen pracetak. Produk ini dapat digunakan untuk area interior maupun eksterior.
- Sikaflex® Construction+: Dirancang untuk sambungan konstruksi pada fasad beton dan masonry. Keunggulannya meliputi tahan cuaca, mudah diaplikasikan, dan memiliki fleksibilitas yang baik.
- SikaHyflex®-250 Facade : Sesuai untuk kebutuhan sealant pada sambungan fasad bangunan. Produk ini kedap air, tahan cuaca, dan mampu mengikuti pergerakan sambungan dengan baik.
- Sikaflex®-117: Cocok untuk aplikasi pada material logam maupun area konstruksi tertentu. Produk ini memiliki daya rekat baik dan dapat membantu menutup celah sambungan secara rapi.
Produk-produk tersebut memiliki keunggulan seperti daya rekat yang baik, fleksibel mengikuti pergerakan sambungan, tahan cuaca, mudah diaplikasikan, serta membantu menghasilkan sambungan yang lebih rapi dan tahan lama.
Sika merupakan perusahaan yang sudah memiliki pengalaman selama 115 tahun. Selama periode tersebut, Sika banyak terlibat dalam berbagai proyek global, salah satunya Vila Musanada di Uni Emirat Arab. Sika juga mencetuskan produk waterproofing berbasis semen untuk pertama kalinya di Indonesia.
Kini Anda sudah mengetahui perbedaan sealant dan perekat dalam pekerjaan bangunan. Jika masih bingung menentukan produk yang sesuai, Anda bisa berkonsultasi dengan tim Sika melalui Kontak / Dukungan Sika Indonesia.
Informasi lengkap produk sealant adhesive sebagai penutup celah, sambungan, dan perekat konstruksi juga dapat diakses melalui halaman resmi Sika.

