Pengelola berkas bawaan Zorin OS, Files atau Nautilus, sebenarnya sudah cukup untuk pekerjaan harian: membuka folder, menyalin dokumen, mengelola flashdisk, dan mengakses lokasi jaringan. Namun, ketika pekerjaan mulai melibatkan dua folder sekaligus, pengarsipan, pengolahan PDF, atau pencarian teks di banyak berkas, sebagian pengguna mungkin membutuhkan alat yang lebih lengkap.
Di sinilah Odysseus File Manager menarik untuk dicoba. Aplikasi ini dikembangkan sebagai file manager GTK4 dan libadwaita yang mempertahankan tampilan serta alur kerja mirip Nautilus, tetapi membawa beragam fungsi tambahan langsung di dalam aplikasi. Pengembang menyebutnya memiliki sekitar 20 tools bawaan, antara lain dual panel, tampilan kolom Miller, penelusur arsip, pencarian dan penggantian isi berkas, serta perangkat PDF.
Odysseus dipublikasikan untuk Ubuntu 24.04 ke atas, Zorin OS 18, dan Linux Mint 22. Panduan ini menggunakan metode PPA yang disediakan pengembang untuk memasangnya di Zorin OS 18. Sebelum mengikuti langkahnya, ada satu hal yang perlu dipahami: PPA tersebut merupakan repositori pihak ketiga milik pengembang aplikasi, bukan repositori resmi Zorin OS atau GNOME. Karena file manager memiliki akses ke berkas pribadi, pertimbangkan sumber perangkat lunak sebelum menambahkan repositori baru.
Ringkasan: cara install Odysseus di Zorin OS 18
- Buka Terminal.
- Tambahkan PPA pengembang dengan
sudo add-apt-repository ppa:nourpon/odysseus. - Perbarui daftar paket menggunakan
sudo apt update. - Pasang aplikasi dengan
sudo apt install odysseus. - Buka Odysseus dari menu aplikasi. Untuk menjadikannya file manager default, jalankan perintah
xdg-mimeyang dijelaskan di bagian khusus.
Apa Itu Odysseus File Manager?
Odysseus adalah aplikasi pengelola berkas untuk Linux dengan antarmuka GTK4 dan libadwaita. Secara visual, aplikasi ini dibuat agar terasa akrab bagi pengguna GNOME Files (Nautilus). Perbedaannya terletak pada sejumlah fitur yang biasanya didapat melalui ekstensi atau aplikasi terpisah, tetapi di Odysseus disatukan ke dalam satu program.
Odysseus diperkenalkan oleh pengembang komunitas bernama Nourpon melalui forum Zorin. Jadi, aplikasi ini bukan produk resmi Zorin Group maupun proyek inti GNOME. Pengembang menyediakan PPA untuk Ubuntu 24.04+ dan Zorin OS 18, sehingga instalasi dan pembaruannya dapat dikelola melalui APT.
Dalam pengumuman proyek, Odysseus digambarkan sebagai file manager cepat yang dibangun dengan pembacaan folder di background dan model tampilan virtual. Pengembang menyatakan pendekatan tersebut ditujukan agar folder besar dapat ditampilkan dengan cepat. Angka performa yang disebut pengembang merupakan klaim proyek, bukan hasil pengujian independen pada semua perangkat, sehingga pengalaman nyata tetap dapat berbeda menurut CPU, media penyimpanan, jumlah berkas, dan thumbnail.
Baca Juga: Panduan Lengkap Zorin OS untuk Pemula: Cara Menggunakan Linux dari Nol
Kompatibilitas dan Persiapan Sebelum Instalasi
Pengumuman pengembang mencantumkan dukungan untuk Ubuntu 24.04 atau lebih baru, Zorin OS 18, dan Linux Mint 22. Zorin OS 18 berada pada basis Ubuntu 24.04 LTS, sehingga sesuai dengan sasaran paket yang disebutkan pengembang. Panduan ini tidak menganggap PPA tersebut kompatibel dengan semua turunan Ubuntu atau versi Zorin yang lebih lama.
Sebelum memasang, pastikan koneksi internet tersedia dan sistem paket tidak sedang menjalankan instalasi atau pembaruan lain. Simpan pekerjaan yang terbuka dan tutup aplikasi pengelola paket. Bila Anda menggunakan Nautilus dengan ekstensi khusus, ingat bahwa ekstensi yang dibuat khusus untuk Nautilus belum tentu muncul di Odysseus. Aplikasi ini mempunyai kumpulan fitur bawaan sendiri, tetapi tidak menjanjikan kompatibilitas dengan semua ekstensi pihak ketiga Nautilus.
Periksa juga apakah perintah add-apt-repository tersedia. Jika Terminal menyatakan perintah tersebut tidak ditemukan, pasang paket pendukung berikut terlebih dahulu:
sudo apt update
sudo apt install software-properties-common
Fitur Odysseus File Manager yang Menarik
Pengembang menyebut Odysseus membawa 20 tools bawaan. Daftar di bawah mengelompokkan fitur sesuai kegunaannya; beberapa butir merupakan satu kelompok alat dengan beberapa tindakan, jadi jangan menganggap setiap subfitur sebagai aplikasi terpisah.
1. Dual Panel untuk mengelola dua folder sekaligus
Mode dual panel menampilkan dua lokasi berdampingan. Fitur ini berguna ketika memindahkan foto dari flashdisk ke folder arsip, membandingkan direktori proyek, atau menyalin banyak dokumen tanpa harus bolak-balik antarjendela. Shortcut yang dicantumkan pengembang adalah F3 untuk mengaktifkan panel ganda, F6 atau Shift+F6 untuk menyalin atau memindahkan item ke panel lain, dan Ctrl+Tab untuk berpindah fokus panel.
2. Tampilan Miller Columns, List, dan Grid
Selain tampilan daftar dan grid, Odysseus mempunyai tampilan kolom Miller. Setiap kolom memperlihatkan tingkat folder berikutnya sehingga pengguna dapat menelusuri struktur direktori secara bertahap. Tampilan dapat diubah menggunakan Ctrl+1, Ctrl+2, atau Ctrl+3. Ukuran ikon dapat disesuaikan dengan Ctrl dan tombol plus/minus atau roda mouse sesuai petunjuk proyek.
3. Preview panel dan pratinjau cepat
Panel pratinjau dapat menampilkan informasi gambar, video, halaman PDF, teks, dan detail berkas. Pengembang juga menambahkan integrasi Quick View berbasis GNOME Sushi: jika komponen yang diperlukan tersedia, pengguna dapat menekan Space untuk melihat pratinjau berkas dan memakai tombol panah untuk berpindah ke item lain. Fitur opsional ini dapat memerlukan paket tambahan.
4. Pengelolaan arsip lebih lengkap
Odysseus dapat menelusuri lebih dari 50 format arsip seperti folder, mengekstrak arsip ke lokasi tertentu, mengekstrak langsung di folder aktif, mengompres berkas, dan menarik item keluar dari arsip. Tombol fungsi F7 dipakai untuk membuka fitur arsip. Mesin arsip yang disebut proyek menggunakan Pressoir dan 7-Zip. Dukungan format tetap bergantung pada komponen yang terpasang.
5. Pencarian isi file dan fitur Find & Replace
Fitur pencarian konten dapat mencari teks di dalam berkas, bukan hanya nama file. Pengguna juga dapat mengganti teks, melihat pratinjau perubahan, dan membuat backup. Proyek menyebut penggunaan ripgrep atau grep untuk fungsi ini. Shortcut yang dicantumkan adalah F8. Periksa hasil pratinjau sebelum menjalankan penggantian, terutama ketika pencarian dilakukan secara rekursif ke banyak subfolder.
6. PDF tools tanpa membuka aplikasi terpisah
Fitur PDF mencakup kompresi dengan Ghostscript, menggabungkan beberapa PDF dalam urutan tertentu, memberi watermark teks atau gambar, serta mengekstrak, menghapus, memutar, atau memisahkan halaman. Pengaturan watermark mencakup posisi, transparansi, sudut, rentang halaman, dan pratinjau. Beberapa fungsi mungkin membutuhkan dependensi tambahan. Selalu simpan salinan dokumen penting sebelum melakukan perubahan massal.
7. Fitur gambar, audio, checksum, dan installer DEB
Catatan pembaruan proyek juga menyebut alat untuk mengubah ukuran, memutar, dan mengonversi gambar; anotasi gambar; serta mengambil audio dari video ke format seperti MP3, M4A, OGG, OPUS, FLAC, dan WAV. Fitur checksum membantu memeriksa hash file seperti MD5, SHA-1, SHA-256, atau SHA-512. Ada pula installer berkas .deb dengan pemeriksaan dependensi dan log proses.
8. Pengelolaan file dengan fokus pada pencegahan kehilangan data
Odysseus mencantumkan dialog konflik ketika menyalin atau memindahkan file, progress window, undo, drag and drop, dan clipboard yang kompatibel dengan Nautilus. Pengembang juga menjelaskan beberapa perlindungan: file yang diganti ditulis dahulu dengan nama sementara sebelum ditukar, operasi move hanya menghapus sumber yang berhasil disalin, hasil ekstraksi tidak boleh keluar dari folder tujuan melalui path berbahaya, serta file yang sudah ada tidak ditimpa diam-diam. Itu adalah rancangan dan klaim pengembang; pengguna tetap perlu memiliki backup terpisah untuk data penting.
Baca Juga: Cara Mengubah Tampilan Zorin OS agar Mirip Windows 11
Odysseus vs Nautilus: Apa Perbedaannya?
Nautilus atau GNOME Files merupakan file manager bawaan GNOME dan terintegrasi dengan desktop GNOME. GNOME mendokumentasikan fungsi utamanya untuk mengelola berkas lokal maupun jaringan, media eksternal, menjalankan skrip, dan tiga mode tampilan utama: grid ikon, daftar ikon, dan tree list. Fungsi Nautilus juga dapat diperluas dengan plugin dan skrip.
Odysseus mengambil pendekatan berbeda: mempertahankan pola antarmuka yang familier, tetapi membawa fitur tambahan ke dalam aplikasi. Perbandingan berikut bukan berarti Nautilus tidak mampu melakukan hal lain; banyak fungsi Nautilus dapat diperluas menggunakan ekstensi yang kompatibel.
| Aspek | Odysseus | Nautilus / Files |
|---|---|---|
| Tampilan | List, grid, dan Miller columns; dual panel | Grid, list, dan tree list |
| Pengolahan arsip | Penelusuran arsip, ekstrak, dan kompresi terintegrasi | Dapat memakai integrasi dan komponen arsip desktop |
| Tools kompres, merge, watermark, dan pengaturan halaman | Umumnya menggunakan aplikasi atau ekstensi tambahan | |
| Pencarian isi | Fitur pencarian dan penggantian teks dengan preview/backup | Pencarian file terintegrasi; kemampuan tambahan bergantung pada tool lain |
| Ekosistem | Aplikasi komunitas GTK4/libadwaita dengan PPA | File manager resmi GNOME dan terintegrasi dengan desktop GNOME |
Jika Anda mengutamakan integrasi bawaan GNOME, Nautilus tetap pilihan yang masuk akal. Jika membutuhkan dua panel dan beragam alat file/PDF di satu jendela, Odysseus patut dicoba. Keduanya dapat tetap terpasang berdampingan selama Anda mengatur aplikasi default sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Cara Install Zorin OS 18 Pro di Laptop
Cara Install Odysseus di Zorin OS 18 Menggunakan Terminal
Metode yang dipublikasikan pengembang adalah menambahkan PPA, memperbarui daftar paket, lalu memasang paket bernama odysseus. Pastikan Anda memahami bahwa langkah pertama adalah menambahkan sumber perangkat lunak eksternal ke sistem.
Langkah 1 — Buka Terminal
Tekan Ctrl + Alt + T atau cari Terminal dari menu aplikasi. Jalankan satu perintah pada satu waktu agar mudah mengetahui bila ada pesan kesalahan.
Langkah 2 — Tambahkan PPA Odysseus
sudo add-apt-repository ppa:nourpon/odysseusMasukkan password akun administrator jika diminta. Baca konfirmasi penambahan repositori yang ditampilkan di Terminal sebelum melanjutkan. PPA adalah repositori yang dikelola pihak luar; Ubuntu menyarankan pengguna hanya menambahkan PPA dari sumber yang dipercaya.
Langkah 3 — Perbarui daftar paket
sudo apt update
Tunggu sampai proses selesai. Jika muncul pesan bahwa repositori tidak memiliki Release file atau tidak mendukung codename sistem, jangan memaksa mengganti codename ke rilis Ubuntu lain. Hapus PPA yang gagal dan periksa lagi petunjuk kompatibilitas dari pengembang.
Langkah 4 — Instal Odysseus
sudo apt install odysseus
APT akan menampilkan paket yang akan dipasang beserta dependensinya. Periksa daftar tersebut dan lanjutkan dengan menekan Y bila sesuai. Tunggu hingga instalasi selesai tanpa menghentikan Terminal atau mematikan komputer.
Langkah 5 — Buka aplikasi
Buka menu aplikasi Zorin OS dan cari Odysseus. Jalankan aplikasi, lalu periksa tampilan panel, lokasi Home, bookmark, dan perangkat penyimpanan. Jika aplikasi tidak muncul di menu, keluar-masuk sesi desktop atau periksa pesan instalasi di Terminal sebelum mencoba memasang ulang.
Baca Juga:
Cara Memeriksa Instalasi Odysseus
Untuk memastikan paket terpasang, jalankan:
apt policy odysseus
dpkg -l odysseus
Perintah pertama menampilkan versi kandidat dan versi paket yang terpasang. Perintah kedua memperlihatkan status paket dpkg. Bila status paket menunjukkan ii, paket telah terpasang. Jika tidak ada versi kandidat, jalankan kembali sudo apt update dan periksa apakah PPA berhasil ditambahkan untuk rilis sistem Anda.
Menjadikan Odysseus sebagai File Manager Default
Jika setelah mencoba Anda ingin membuka folder menggunakan Odysseus secara default, pengembang memberikan perintah berikut:
xdg-mime default io.github.odysseus.Odysseus.desktop inode/directory
Perintah tersebut mengatur aplikasi default untuk tipe konten direktori pada akun pengguna saat ini. Untuk memeriksa asosiasi saat ini, jalankan:
xdg-mime query default inode/directory
Ada detail yang sering membingungkan: mengubah handler direktori tidak otomatis mengganti ikon Files/Nautilus yang sudah disematkan di dock atau panel. Jika ikon lama masih membuka Nautilus, sematkan Odysseus ke dock/panel dan lepaskan pin ikon lama sesuai pengaturan desktop. Ini bukan berarti instalasi Odysseus gagal; ikon yang disematkan dapat menyimpan peluncur aplikasi tertentu.
Untuk mengembalikan Nautilus sebagai default, bila paket Files/Nautilus masih terpasang, jalankan:
xdg-mime default org.gnome.Nautilus.desktop inode/directory
Nama desktop entry dapat berbeda pada beberapa distribusi. Jika perintah tersebut tidak mengubah asosiasi, periksa daftar handler dengan gio mime inode/directory dan pilih ID aplikasi Nautilus yang memang terpasang.
Cara Memperbarui Odysseus
Jika PPA tetap aktif, paket Odysseus akan diperiksa bersama sumber APT lainnya. Anda dapat memasang pembaruan melalui Software Updater atau menjalankan:
sudo apt update
sudo apt upgrade
Pengembang juga menerbitkan catatan perubahan pada thread Zorin Forum. Sebagai konteks, catatan yang terlihat pada 2 November 2026 telah menyebut pembaruan Odysseus 1.7.5. Nomor versi dapat berubah setelah tanggal tersebut; periksa versi aktual yang ditawarkan APT di komputer Anda, bukan menganggap nomor versi di artikel selalu paling baru.
Cara Menghapus Odysseus dan PPA
Jika ingin kembali menggunakan Nautilus, atur kembali file manager default terlebih dahulu. Setelah itu hapus paket Odysseus:
sudo apt remove odysseus
Jika Anda tidak ingin menerima pembaruan dari PPA tersebut lagi, hapus sumber PPA:
sudo add-apt-repository --remove ppa:nourpon/odysseus
sudo apt update
Perintah remove biasanya mempertahankan berkas konfigurasi pengguna di Home. Periksa kembali aplikasi default dan ikon dock setelah penghapusan. Jangan menghapus folder konfigurasi secara manual kecuali Anda memahami data apa yang tersimpan di sana.
Apakah Odysseus Aman Digunakan?
Odysseus dipublikasikan oleh pengembang komunitas dan kode distribusinya tidak sama dengan paket bawaan resmi Zorin. Ubuntu menjelaskan bahwa PPA merupakan arsip pihak ketiga dan tidak diperiksa oleh anggota Ubuntu untuk menjamin keamanan atau keandalannya. Karena itu, jawaban yang bertanggung jawab bukan sekadar menyebutnya aman atau berbahaya.
Gunakan PPA hanya setelah Anda menilai pengembang dan sumbernya dapat dipercaya. Baca catatan rilis, pantau diskusi pengguna, dan hindari menjalankan perintah tambahan yang tidak dijelaskan. File manager mempunyai kemampuan membaca, menulis, memindahkan, dan menghapus file pengguna; jadi pilih perangkat lunak dengan pertimbangan yang sama seriusnya seperti aplikasi penting lainnya.
Pengembang menjelaskan bahwa beberapa operasi destruktif diuji pada folder uji dan media FAT, serta menerangkan pendekatan untuk mencegah overwrite tanpa konfirmasi dan ekstraksi arsip ke lokasi yang tidak semestinya. Informasi tersebut berguna untuk memahami desain aplikasi, tetapi bukan pengganti audit keamanan independen atau backup rutin. Untuk dokumen kerja, foto keluarga, dan data penting, tetap simpan salinan cadangan di media lain.
Rekomendasi Penggunaan untuk Pengguna Zorin OS
- Pengguna kasual: tetap gunakan Nautilus jika fungsi dasar sudah mencukupi. Tidak ada kewajiban berpindah file manager.
- Pengguna yang sering memindahkan file: coba dual panel dan shortcut copy/move untuk mengurangi perpindahan antarjendela.
- Pengguna yang sering menangani arsip dan PDF: periksa apakah komponen pendukung seperti 7-Zip atau Ghostscript sudah tersedia, karena beberapa fitur bergantung pada dependensi.
- Pengguna yang bekerja dengan ekstensi Nautilus: uji apakah ekstensi tertentu sudah memiliki padanan di Odysseus. Jangan berasumsi semua menu klik kanan dari Nautilus otomatis tersedia.
FAQ: Pertanyaan Seputar Odysseus File Manager
1. Apa itu Odysseus File Manager?
Odysseus adalah file manager Linux berbasis GTK4 dan libadwaita yang dibuat menyerupai GNOME Files/Nautilus, tetapi dilengkapi fitur tambahan seperti dual panel, Miller columns, preview, alat arsip, pencarian isi, PDF tools, dan checksum.
2. Apakah Odysseus bisa diinstal di Zorin OS 18?
Bisa. Pengembang secara eksplisit menyebut Zorin OS 18 dan Ubuntu 24.04+ sebagai target distribusi. Metode yang dibagikan adalah menambahkan PPA ppa:nourpon/odysseus, lalu memasang paket odysseus.
3. Apa perbedaan Odysseus dan Nautilus?
Nautilus adalah file manager standar GNOME dengan integrasi desktop yang matang. Odysseus mempunyai pola antarmuka yang mirip, tetapi menyatukan beberapa alat tambahan seperti dual panel, Miller columns, pengelolaan PDF, arsip, serta pencarian dan penggantian konten. Ekstensi khusus Nautilus tidak otomatis kompatibel dengan Odysseus.
4. Bagaimana cara menginstal Odysseus menggunakan Terminal?
Jalankan sudo add-apt-repository ppa:nourpon/odysseus, lanjutkan dengan sudo apt update, kemudian sudo apt install odysseus. Pastikan Anda mempercayai pengembang PPA sebelum menambahkan repositori tersebut.
5. Apakah Odysseus bisa dijadikan file manager default?
Bisa. Jalankan xdg-mime default io.github.odysseus.Odysseus.desktop inode/directory. Ikon Files yang sudah disematkan di dock mungkin tetap membuka Nautilus sampai Anda mengganti pin aplikasi tersebut.
6. Apakah Odysseus aman digunakan?
Odysseus memiliki fitur untuk mengurangi risiko kehilangan file dan pengembang menjelaskan pengujian operasi file. Namun, aplikasi dipasang dari PPA pihak ketiga yang tidak diaudit oleh Ubuntu. Nilai sumbernya sendiri, baca catatan rilis, dan tetap lakukan backup sebelum mengerjakan file penting.
Kesimpulan
Odysseus menawarkan pendekatan menarik bagi pengguna Zorin OS 18 yang merasa fungsi Nautilus belum cukup untuk pekerjaan tertentu. Dual panel, tampilan Miller columns, preview, pencarian isi, alat arsip, PDF tools, dan beberapa fungsi media dapat membuat aktivitas pengelolaan file lebih terpusat.
Instalasinya relatif singkat melalui PPA pengembang: tambahkan repositori, jalankan pembaruan APT, lalu pasang paket odysseus. Meski demikian, PPA tetap merupakan sumber pihak ketiga. Coba aplikasi lebih dahulu tanpa langsung mengganti default file manager, periksa kebutuhan dependensi, dan pastikan file penting memiliki backup. Jika setelah mencoba Odysseus sesuai dengan alur kerja Anda, barulah atur sebagai aplikasi default.





