Lightshot dikenal sebagai aplikasi screenshot Windows: tekan Print Screen, pilih area layar, beri anotasi, lalu simpan atau bagikan hasilnya. Di Zorin OS, aplikasi ini dapat dijalankan melalui Wine meskipun belum tersedia versi Linux native.
Panduan ini memakai Zorin OS 18.1 sebagai acuan. Saya mengikuti tiga perintah instalasi yang dipublikasikan Lightshot dan telah Anda uji, lalu menambahkan xdotool untuk menghubungkan Print Screen dengan jendela Lightshot.
- Pasang Wine dengan
sudo apt-get install wine. - Unduh installer resmi menggunakan
wget http://app.prntscr.com/build/setup-lightshot.exe. - Jalankan installer melalui
wine ./setup-lightshot.exe. - Pasang
xdotool, lalu buat custom shortcut yang mengirim tombolPrintke jendela Lightshot.
Lightshot berjalan sebagai aplikasi Windows melalui Wine, bukan sebagai aplikasi Linux native. Kompatibilitas shortcut bergantung pada sesi desktop dan jendela Wine yang terdeteksi.
- Apa Itu Lightshot?
- Kompatibilitas dengan Zorin OS 18.1
- Persiapan sebelum instalasi
- Install Wine
- Download installer Lightshot
- Install Lightshot dengan Wine
- Install xdotool
- Atur shortcut Print Screen
- Cara menggunakan Lightshot
- Simpan lokal atau upload
- Catatan Wayland dan X11
- Troubleshooting
- Uninstall Lightshot
- Lightshot vs Screenshot Zorin
- FAQ
- Kesimpulan
Apa Itu Lightshot?
Lightshot memungkinkan pengguna memilih area desktop, memberi penanda, menyalin hasil ke clipboard, menyimpan gambar, atau mengunggahnya untuk memperoleh tautan berbagi. Pengembang menyediakan aplikasi desktop Windows dan macOS; untuk Linux, panduan resminya menyarankan menjalankan installer Windows menggunakan Wine. Jadi, Lightshot di Zorin OS bukan aplikasi Linux native.
Apakah Lightshot Bisa Digunakan di Zorin OS 18.1?
Bisa. Zorin OS 18.1 berbasis Ubuntu 24.04 LTS, sedangkan Wine menyediakan lapisan kompatibilitas untuk menjalankan sebagian aplikasi Windows. Pengembang Lightshot sendiri mencantumkan instruksi Wine untuk Linux, tetapi tidak menjamin seluruh fungsi Windows berjalan identik pada setiap distro atau desktop.
Persiapan Sebelum Instalasi
Siapkan koneksi internet, akun pengguna yang dapat menjalankan sudo, serta ruang penyimpanan untuk Wine dan installer Lightshot. Jika perlu, periksa versi sistem:
lsb_release -a
dpkg --print-architecture
Zorin OS 18.1 mendukung prosesor Intel atau AMD 64-bit. Jika Anda menggunakan edisi Core atau Pro, desktop-nya berbasis GNOME; edisi Lite menggunakan XFCE. Perbedaan desktop ini terutama terasa ketika mengatur custom keyboard shortcut, bukan pada tiga perintah dasar instalasi Lightshot.
Langkah 1: Install Wine di Zorin OS
Buka Terminal, perbarui daftar paket, lalu pasang Wine dengan perintah yang juga tercantum pada panduan Linux resmi Lightshot:
sudo apt update
sudo apt-get install wine
Masukkan kata sandi administrator jika diminta. Setelah proses selesai, periksa Wine:
wine --version
Pada penggunaan pertama, Wine dapat membuat prefix default di ~/.wine. Jika jendela konfigurasi awal muncul, selesaikan proses yang diminta sebelum memasang Lightshot.
Langkah 2: Download Installer Lightshot Resmi
Pindah ke folder Downloads:
cd ~/Downloads
Unduh installer dari alamat yang dicantumkan pada petunjuk Linux Lightshot:
wget http://app.prntscr.com/build/setup-lightshot.exe
Pastikan file setup-lightshot.exe muncul di folder Downloads dan alamat unduh tetap menggunakan domain resmi app.prntscr.com.
Catatan keamanan: petunjuk resmi Lightshot saat ini menampilkan URL HTTP. Jangan mengganti domain dengan mirror tidak dikenal atau mengabaikan peringatan browser.
Langkah 3: Install Lightshot Menggunakan Wine
Masih dari folder Downloads, jalankan installer:
wine ./setup-lightshot.exe
Ikuti langkah pada jendela installer hingga selesai. Lightshot dapat muncul di menu aplikasi Wine; pada sebagian konfigurasi, shortcut desktop tidak langsung dibuat.
Apabila installer tidak terbuka, pastikan file memang berada pada direktori aktif. Periksa nama file dengan:
ls -lh setup-lightshot.exe
Jika file tidak ditemukan, pindah ke folder tempat file tersimpan dan ulangi perintah Wine.
Langkah 4: Install xdotool
Untuk menghubungkan Print Screen dengan Lightshot, pasang xdotool. Utilitas ini mencari jendela X11 dan mengirim simulasi tombol keyboard.
sudo apt-get install xdotool
Untuk memastikan sistem dapat menemukan jendela Lightshot, jalankan salah satu pemeriksaan berikut ketika aplikasi sudah dibuka:
xdotool search --onlyvisible --class 'lightshot.exe'
xdotool search --name 'Lightshot'
Jika muncul ID berupa angka, jendela ditemukan. Jika tidak ada keluaran, pastikan Lightshot sedang berjalan atau coba pencarian berdasarkan nama jendela.
Langkah 5: Atur Shortcut Print Screen untuk Lightshot
Buat custom keyboard shortcut bernama Lightshot dan isi command agar xdotool mengirim tombol Print ke jendela aplikasi.
A. Zorin OS Core atau Pro (GNOME)
- Buka Settings.
- Masuk ke bagian Keyboard atau Keyboard Shortcuts.
- Buka pengaturan shortcut tambahan/custom shortcuts. Nama menu dapat sedikit berbeda menurut bahasa dan pembaruan desktop.
- Tambahkan shortcut baru dengan Name Lightshot.
- Masukkan perintah pada bagian Command.
- Tetapkan kombinasi tombol Print Screen.
B. Zorin OS Lite (XFCE)
Pada edisi Lite, buka Settings Manager → Keyboard → Application Shortcuts, tambahkan shortcut, lalu tekan Print Screen ketika dialog meminta kombinasi tombol.
Command yang telah Anda uji:
sh -c "xdotool key --window \$(xdotool search --onlyvisible --class 'lightshot.exe' | head -n 1) Print"
Jika pencarian berdasarkan class tidak menemukan jendela, coba pencarian berdasarkan nama:
sh -c "xdotool key --window \$(xdotool search --name 'Lightshot' | head -n 1) Print"
Alternatif berikut memeriksa ID jendela sebelum mengirim tombol:
sh -c 'wid=$(xdotool search --onlyvisible --class "lightshot.exe" | head -n 1); [ -n "$wid" ] && xdotool key --window "$wid" Print'
Ringkasan isian custom shortcut:
- Name: Lightshot
- Command: gunakan salah satu perintah Lightshot di atas sesuai hasil pencarian jendela.
- Shortcut: tekan tombol Print Screen.
Gunakan satu command yang sesuai dengan hasil deteksi. Jangan membuat beberapa shortcut berbeda untuk kombinasi tombol yang sama.
Perhatikan benturan shortcut. Pada Zorin OS, tombol Print Screen biasanya sudah dipakai untuk membuka antarmuka Screenshot bawaan. Jika tombol itu tetap terikat pada dua aksi, keduanya bisa saling berebut atau hasilnya tidak konsisten. Ubah atau nonaktifkan shortcut screenshot bawaan terlebih dahulu, kemudian tetapkan Print Screen hanya untuk Lightshot. Anda dapat mengembalikan shortcut bawaan kapan saja jika ingin kembali memakai aplikasi Screenshot Zorin.
Baca Juga:
Cara Menggunakan Lightshot Setelah Terpasang
Tekan Print Screen, lalu klik dan seret pointer untuk memilih area layar. Toolbar Lightshot menyediakan pilihan menyalin, menyimpan, mengunggah, atau memberi anotasi sesuai fitur yang berjalan pada Wine.
| Tujuan | Shortcut Lightshot | Keterangan |
|---|---|---|
| Mulai mengambil screenshot | Print Screen | Membuka pemilihan area. |
| Salin hasil | Ctrl + C | Menyalin area terpilih ke clipboard. |
| Simpan sebagai file | Ctrl + S | Menyimpan ke folder terakhir atau folder default. |
| Unggah screenshot | Ctrl + D | Mengunggah gambar dan menampilkan tautan. |
| Edit secara online | Ctrl + E | Membuka editor online Lightshot. |
| Batalkan tangkapan | Esc | Menutup proses tanpa menyimpan. |
Shortcut tersebut tercantum dalam daftar hotkey Lightshot. Karena aplikasi berjalan melalui Wine, uji fungsi satu per satu dan gunakan toolbar jika kombinasi tertentu tidak diteruskan.
Simpan Lokal atau Upload ke Internet?
Untuk menyimpan screenshot ke komputer, gunakan tombol Save atau Ctrl + S. FAQ Lightshot menyebut format PNG, BMP, dan JPG. Tombol Upload atau Ctrl + D mengirim gambar ke layanan Lightshot dan menghasilkan tautan berbagi.
Jangan mengunggah screenshot berisi kata sandi, identitas, data pelanggan, atau dokumen internal. Untuk gambar sensitif, simpan secara lokal.
Catatan xdotool pada Wayland dan X11
Jika shortcut tidak bekerja, periksa jenis sesi desktop. xdotool adalah alat otomasi X11; tipe sesi dapat dilihat dengan:
echo $XDG_SESSION_TYPE
Pada sesi x11, xdotool dapat mencari jendela X11. Pada wayland, hasilnya bergantung pada apakah jendela Wine berjalan melalui XWayland dan menerima event sintetis. Dokumentasi Ubuntu memperingatkan bahwa aplikasi tertentu mengabaikan event yang dikirim dengan opsi --window.
Jika gagal pada Wayland, pastikan jendela Lightshot terdeteksi dan coba sesi Xorg/X11 bila tersedia. Ini tidak otomatis berarti instalasi Lightshot gagal.
Baca Juga:
Mengatasi Lightshot Tidak Berjalan di Zorin OS
1. Perintah wine tidak ditemukan
Pasang Wine kembali melalui APT dan periksa versi dengan wine --version. Pastikan instalasi selesai tanpa error dependensi.
2. Installer tidak ditemukan
Periksa direktori aktif menggunakan pwd dan daftar file dengan ls. Jalankan installer dari folder tempat setup-lightshot.exe tersimpan.
3. Shortcut Print Screen membuka Screenshot bawaan
Periksa daftar keyboard shortcut Zorin. Ubah atau hapus sementara shortcut screenshot bawaan yang juga memakai tombol Print, lalu uji ulang custom shortcut Lightshot.
4. xdotool tidak menemukan jendela
Pastikan Lightshot sudah berjalan, lalu jalankan pencarian berdasarkan class dan name. Jika hasilnya kosong, jangan jalankan command pengiriman tombol dengan window ID kosong. Nama jendela dapat berbeda bergantung versi aplikasi atau Wine.
5. xdotool menemukan jendela, tetapi Print tidak memicu Lightshot
Event sintetis dapat diabaikan aplikasi. Uji sesi X11 jika tersedia dan pastikan tidak ada shortcut lain yang memakai Print Screen.
Cara Menghapus Lightshot dari Zorin OS
Jika Lightshot dipasang pada prefix default Wine, buka daftar aplikasi Windows:
wine uninstaller
Pilih Lightshot lalu jalankan Remove/Uninstall. Jangan menghapus seluruh ~/.wine bila masih ada aplikasi Windows lain di dalamnya.
Jika xdotool tidak lagi diperlukan, hapus paketnya:
sudo apt remove xdotool
Biarkan Wine tetap terpasang jika masih dipakai aplikasi Windows lain.
Lightshot atau Screenshot Bawaan Zorin OS?
Screenshot bawaan Zorin lebih sederhana karena sudah terintegrasi tanpa Wine dan xdotool. Dokumentasi Zorin menyebut Print Screen membuka antarmuka screenshot/rekam layar dan hasil tangkapan disimpan ke Pictures. Lightshot lebih menarik bagi pengguna yang menyukai toolbar anotasi dan alur upload/tautan berbagi.
| Aspek | Lightshot via Wine | Screenshot bawaan Zorin |
|---|---|---|
| Instalasi | Memerlukan Wine dan installer Windows. | Sudah tersedia di Zorin OS. |
| Pemilihan area | Ya, melalui antarmuka Lightshot. | Ya, melalui antarmuka screenshot. |
| Anotasi/edit cepat | Toolbar Lightshot dan editor online. | Fitur sesuai antarmuka screenshot bawaan. |
| Shortcut Print Screen | Perlu custom shortcut/xdotool. | Terintegrasi secara default. |
| Upload dan tautan | Tersedia melalui layanan Lightshot. | Bergantung aplikasi atau layanan lain. |
| Ketergantungan kompatibilitas | Wine, xdotool, dan sesi desktop. | Komponen desktop Zorin. |
Menurut saya, Lightshot layak dicoba bila Anda sudah terbiasa dengan workflow-nya di Windows. Untuk integrasi yang sederhana dan stabil tanpa konfigurasi tambahan, Screenshot bawaan Zorin lebih praktis.
Bacaan Terkait
Jika Anda masih baru menggunakan Zorin OS, lanjutkan dengan Panduan Lengkap Zorin OS untuk Pemula: Cara Menggunakan Linux dari Nol. Artikel tersebut membahas pengenalan desktop, pengaturan, instalasi aplikasi, pembaruan, dan penggunaan Terminal.
FAQ: Pertanyaan tentang Lightshot di Zorin OS
1. Apakah Lightshot bisa diinstal di Zorin OS?
Bisa melalui Wine. Lightshot belum menyediakan aplikasi Linux native, tetapi pengembang mendokumentasikan cara menjalankan installer Windows di Linux.
2. Bagaimana cara install Lightshot di Zorin OS 18.1?
Pasang Wine, unduh setup-lightshot.exe dari situs resmi, lalu jalankan dengan wine ./setup-lightshot.exe. Pasang xdotool untuk membuat shortcut Print Screen.
3. Apakah Lightshot untuk Linux tersedia dalam versi native?
Belum. Situs resmi Lightshot menyebut Linux belum memiliki aplikasi native; metode yang disarankan adalah Wine.
4. Apakah Lightshot bisa dijalankan menggunakan Wine?
Ya. Itu metode pada panduan resmi Lightshot, tetapi tidak semua fitur dijamin identik dengan Windows.
5. Apakah semua fitur Lightshot Windows berfungsi di Zorin OS?
Tidak dijamin. Clipboard, hotkey global, dan integrasi desktop dapat berbeda menurut Wine serta sesi X11/Wayland.
6. Bagaimana cara menggunakan shortcut Print Screen pada Lightshot di Zorin OS?
Pasang xdotool, buat custom shortcut Lightshot, masukkan command pencarian jendela, lalu tetapkan Print Screen. Hindari konflik dengan shortcut bawaan.
7. Bagaimana cara menyimpan hasil screenshot Lightshot ke komputer?
Gunakan Save atau Ctrl + S. Format yang tercantum pada FAQ resmi adalah PNG, BMP, dan JPG.
8. Apakah fitur upload dan berbagi gambar Lightshot bisa digunakan di Linux?
Upload tersedia, tetapi keberhasilannya melalui Wine bergantung pada kompatibilitas dan koneksi. Jangan unggah gambar sensitif.
9. Bagaimana cara mengatasi Lightshot tidak terbuka setelah instalasi Wine?
Periksa wine --version, lokasi installer, lalu ulangi wine ./setup-lightshot.exe. Baca error Terminal sebelum mengubah prefix.
10. Bagaimana cara menghapus Lightshot dari Zorin OS?
Jalankan wine uninstaller, pilih Lightshot, lalu Remove. Jangan hapus ~/.wine jika masih ada aplikasi lain di dalamnya.
11. Apakah Lightshot lebih baik daripada aplikasi Screenshot bawaan Zorin OS?
Tergantung kebutuhan: Lightshot menawarkan workflow khasnya, sedangkan Screenshot Zorin lebih sederhana dan sudah terintegrasi.
12. Apakah Lightshot bisa digunakan untuk mengambil screenshot area tertentu?
Ya. Pilih area dengan klik-drag, lalu simpan, salin, edit, atau unggah hasilnya.
Kesimpulan
Lightshot dapat dijalankan di Zorin OS 18.1 melalui Wine meskipun belum tersedia versi Linux native. Pasang Wine, unduh installer resmi, jalankan file EXE, lalu atur shortcut Print Screen dengan xdotool.
Perhatikan benturan dengan screenshot bawaan Zorin dan keterbatasan xdotool pada Wayland. Lightshot cocok jika Anda menginginkan workflow khas Windows; Screenshot bawaan Zorin lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.





