Cara Mengatasi Laptop Eror No Bootable Device Ketika Dinyalakan

Setiap perangkat komputer dan laptop yang digunakan pasti suatu saat akan menemui yang namanya masalah atau problem, salah satunya problem atau masalah yang baru saja Admin tangani adalah No Bootble Device ketika laptop dinyalakan. Eror seperti ini diakibatkan oleh rusaknya system Drive pada partisi HDD yang digunakan untuk System Window, bisa karena putusnya arus secara dadakan (drop batery) atau Hardisk mengalami kerusakan mati total karena faktor usia.


Untuk mengatasi masalah seperti ini jalan satu-satunya adalah dengan melakukan instal ulang windows, namun sebelumnya kita perlu melakukan penyelamatan data user (backup) sebelum instal ulang. Karena tidak menutup kemungkinan ketika komputer atau laptop dalam kondisi sebelumnya user pengguna menyimpan beberapa data di dalam Hardisk System C seperti pada My Dokumen, My Music, Download dan My Vidio bahkan ada pula yang sengaja menyimpan data pada area instalasi file windows. Maka dari itu sebagai teknisi repair windows kita harus berhati-hati, jangan sampai terjadi kehilangan data yang mungkin penting bagi pemiliknya. 

Karena disini System Windows mengalami eror Corrup dan tidak bisa mengakses jendela windows secara normal, kita membutuhkan bantuan bootable mini windows dalam melakukan backup data seperti DLC Boot, Hiren'sBootCD dan tool repair lainnya. 

Pada kasus ini admin menggunakan program baru yang bernama UEFI Rescue Hybrid Tech Edition yang suport type system MRB Fat32 dan GPT NTFS UEFI, jadi lebih praktis suport model laptop jadul dan versi keluaran baru saat ini. 


Hidupkan Laptop target kemudian pada saat booting muncul logo merk laptop tekan tombol F2 pada keyboard untuk masuk System BIOS. Masuk ke menu Boot untuk merubah Boot Device Priority yang sebelumnya HDD laptop menjadi Bootable Flasdisk. 

Tekan tombol F10 untuk menyimpan setelan dan menerapkannya, muncul notifikasi konfirmasi pilih Yes/OK. Laptop akan restart dengan sendirinya dan boot melalui system bootable Flasdisk. Namun ternyata muncul masalah baru yaitu adanya peringatan Security Boot Failed ketika device laptop mencoba boot melalui botable flasdisk. 


Untuk mengatasi hal ini kita perlu melakukan sedikit setting pada pengaturan System Bios yaitu dengan mendisable Secure Boot pada tab menu setting Boot. Dengan sebelumnya add pasword pada menu Set Supervisor Pasword. Buat pasword semudah mungkin seperti 12345678 jangan menbuat pasword yang rumit karena sangat berbahaya apabila sampai lupa resiko flash ulang system BIOS dan jangan lupa untuk memberitahu kepada pemilik laptop bahwa system bios sudah di add pasword karena tidak menutup kemungkinan laptop akan diinstal ulang di tempat lain. 

Setelah berhasil membuat pasword pada menu Security Set Supervisor Pasword, masuk ke tab menu Boot dan disable Boot Secure. 

Pilih atau Select Mini Windows 10 64x dan tekan Enter, tunggu proses load system sampai dengan selesai dan  terbuka jendela mini Windows 10. 

Buka Explore, kemudian cari Drive C dimana barang kali ada data-data user pemilik laptop yang penting, copy dan paste pada drive data semua data yang dianggap penting, kemudian restart windows. Pada kasus ini karena drive system C eror Systemnya partisi hardisk tidak tampil dan yang tampil adalah Partisi Hardisk Data  labelnya pun menjadi C.

Sekarang gunakan master Bootable Windows Flasdisk untuk dan lakukan instalasi windows sebagaimana mestinya. Dalam proses pemilihan partisi HDD target yang dijadikan system jangan sampai salah pilih, pilih drive yang memang akan dijadikan system jika sampai terjadi salah pilih Drive Data maka dapat dipastikan data pemilik laptop akan hilang terformat. 

Dalam proses instalasi biasanya Mouse Tab tidak berfungsi, gunakan keyboard sebagai alternatif perintah diantara tombol yang digunakan yaitu tombol arah, tombol tab, tombol space untuk cheklis dan tombol Enter untuk konfirmasi perintah. 

Lagi-lagi timbul masalah baru dimana Drive C target instal tidak dapat digunakan, meskipun sudah berganti-ganti master botable Windows dari yang suport versi MBR Fat32 sampai dengan GPT NTFS UEFI. Solusinya adalah Backup semua data ke hardisk eksternal dan lakukan repartisi dengan cara mendelete semua partisi yang ada kemudian membuat partisi baru. 

Buat Hardisk menjadi 2 atau tiga partisi, sebagai contoh dalam kasus ini admin membuat 2 partisi hardisk baru dengan partisi system sebesar 172.2 GB dan sisanya untuk Drive Data.




Setelah Hardisk data dibuat dan diformat, langkah selanjutnya adalah melakukan proses instal windows pada drive yang akan digunakan sebagai system. 


Akhirnya proses instal windows selesai


Saatnya melakukan Instalasi Driver Hard Drive yang terpasang pada Laptop menggunakan Driver Pack WanDrv. 


Untuk memulai Penginstalah Driver setelah sofware WanDrv terbuka klick menu bertuliskan bahasa china di pojok kanan bawah, dan tunggu sampai proses instal driver selesai dengan munculnya notifikasi seperti gambar di bawah ini. 



Ternyata masih ada driver yang belum terinsal karena tidak ada pada data base WanDrv, pada kasus ini adalah driver Mouse Pad yang belum terinstal sehingga mouse tab tidak aktif dan tidak bisa digunakan harus menggunakan mouse external. 



Solusinya adalah mengkoneksikan laptop dengan jaringan internet melalui jaringan Wifi dan menginstal Browser kemudian download Driver Pack online Instaler




Karena disini kita hanya ingin mengintal driver saja maka pilih Mode Ahli, jika tidak memilih mode Ahli semua program tambahan dari driver pack akan terinstal. 




Proses Instal Driver menggunakan Driver Pack Online selesai semua driver sudah terinstal dan Mouse Pad sudah bisa digunakan. 



Demikianlah Tutorial Cara Mengatasi Laptop yang Bootlop System Windows Stuck di Logo, apabila mengalami masalah silahkan chat melalui filture chat whatsapp yang ada pada blog ini.